e-mail : putraa(dot)nataa(et)gmail(dot)com
Yahoo ! Messenger : putra(dot)bing(et)yahoo(dot)com
friendster : yoe_kotra(et)yahoo(dot)com
Facebook
Ditulis dalam Uncategorized
ALVIN AND THE CHIPMUNKS’, Trio Tupai Jago Menyanyi
KapanLagi.com – Pemain: Jason Lee, Cameron Richardson, Jane Lynch, David Cross, Justin Long
Alvin and the Chipmunks adalah trio tupai yang pintar dan berbakat, terdiri dari Alvin yang nakal namun pintar, Simon yang sifatnya lebih dewasa, dan Theodore tupai gendut yang manja dan plin-plan. Mereka pernah terkenal di era 1980-an dari serial kartun televisi. Kini, mereka muncul dalam versi layar lebar sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak atas karya sang ayah, Ross Bagdasarian Sr., yang telah menciptakan karakter tupai-tupai lucu tersebut.
Film yang disutradarai oleh Tim Hill (GARFIELD: A TAIL OF TWO KITTIES) ini menceritakan kisah Alvin, Simon, dan Theodore yang kehilangan rumah mereka, sebuah pohon cemara, yang ditebang untuk hiasan Natal. Sejak saat itu, kehidupan mereka pun berubah. Pohon yang terpajang di sebuah lobi gedung membawa ketiganya masuk dalam hiruk pikuk kehidupan manusia di Los Angeles. Akhirnya mereka ‘terdampar’ bersama Dave Seville (Jason Lee).
Awalnya Dave yang hidup sendiri, tidak menyukai kehadiran ketiga tupai usil pandai bicara yang mengacaukan dapurnya. Ditambah pula, Dave sedang kesal karena lagu-lagunya ditolak mentah-mentah oleh temannya, Ian Hawk (David Cross), pemilik Jett Records.
Namun di tengah keputusasaan, Dave menemukan harapan baru ketika mengetahui tiga tupai itu ternyata pandai menyanyi. Terinspirasi oleh mereka, Dave membuat sebuah lagu bagi ketiga tupai tersebut. Ia membuat kesepakatan apabila tiga chipmunk tersebut mau menyanyikan lagunya, maka mereka diperbolehkan tinggal di rumahnya dengan catatan mengikuti peraturannya.
Dengan sebuah perjuangan, akhirnya lagu itu diterima Jett Records dengan para penyanyi baru, Alvin dan kedua temannya. Dengan kesabarannya, Dave akhirnya berhasil mengantar trio chipmunk meraih sukses sebagai penyanyi.
Hal yang tidak mudah dilalui Dave, karena tupai-tupai itu sangat bandel dengan tingkat keisengan tinggi. Tingkah konyol mereka mengganggu semua segi kehidupan Dave, termasuk kisah cintanya dengan wartawati Claire (Cameron Richardson).
Hubungan Dave dan ketiganya pun merenggang seiring kesuksesan trio chipmunk. Ian yang tamak berusaha mengeruk keuntungan pribadi situasi tersebut. Ian pun membujuk dan membohongi Alvin dan kedua temannya sehingga meninggalkan Dave. Setelah itu Ian memanfaatkan ketiganya untuk kemakmuran dirinya.
Menyadari hal itu, Dave pun berupaya menyelamatkan keluarga kecilnya itu dari kekuasaan Ian. Berhasilkah Dave?
Film ini bukanlah film Hollywood pertama yang menggabungkan teknik animasi 3 dimensi dengan aktor dan aktris asli. Sang sutradara pun bukan orang asing di bidang pembuatan film seperti ini, karena sebelumnya telah membuat GARFIELD: A TAIL OF TWO KITTIES. Tak heran secara umum film ini mirip Garfield.
Meski demikian, hasil CGI (computer generated imagery) dalam film ini terasa lebih halus dibanding Garfield. Ketiga tupai terasa menyatu dengan aktor lainnya. Sayang dominasi Alvin, Simon, dan Theodore begitu kental hingga menjadi roh film ini, sedangkan aktor-aktor lain tak mampu menunjukkan karakter khas mereka sehingga hanya menjadi pemanis.
Karena film ini bercerita tentang tupai-tupai yang pandai bernyanyi, tentu saja sepanjang film bertaburan dengan rangkaian lagu, baik versi original soundtrack film ini maupun lagu milik orang lain. Tak hanya itu, aksi ketiga tupai ini, termasuk kenakalan dan keisengan, membuat mereka benar-benar menggemaskan dan memicu tawa. Yang tak kalah menarik adalah dialog-dialog yang ringan dan humor yang diselipkan mampu menambah keceriaan. Film ini pun mampu memberikan pesan moral secara jelas, bahwa dalam sebuah keluarga diperlukan saling pengertian dan kesabaran agar menjadi keluarga utuh yang bahagia.
Ditulis dalam Uncategorized
PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN’, Saat Perempuan Bicara Kebebasan
Kamis, 15 Januari 2009 12:05
KapanLagi.com – Perempuan, makhluk istimewa dengan segala keindahannya, makhluk yang sering dianggap lemah namun menyimpan kekuatan besar. Wanita juga boleh dibilang selalu jadi ‘makhluk kelas dua’ jika dibandingkan dengan lawan jenisnya, laki–laki.
Kebebasannya sering dianggap tabu, keputusannya dianggap perlawanan, padahal sejatinya perempuan dan laki–laki adalah pelengkap antara satu sama lain.
Bukan hal yang baru pula kalau laki–laki malah menjadi penindas bagi perempuan, perempuan jadi warga negara kelas dua. Ditindas hak–haknya dan dilupakan suaranya.
Di sisi lain emansipasi perempuan terus digaungkan. Sayangnya, kesetaraan hak itu bukanlah sesuatu yang bersifat evolusi namun paralel.
Di suatu waktu ada perempuan yang menjadi presiden tapi pada waktu yang sama ada perempuan–perempuan yang ditekan, dipaksa menghentikan pendidikannya, mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau dijual oleh keluarganya sendiri.
Berbicara mengenai kebebasan kaum perempuan, selalu tidak terlepas dari norma–norma adat, tradisi bahkan agama.
Islam merupakan agama mayoritas negara ini sering kali dikaitkan dengan topik kebebasan pihak perempuan, dianggap berat sebelah karena lebih memihak atas kepentingan kaum lelaki.
Ayat–ayatnya menjadi alat untuk membungkam perempuan, sebuah fenomena pro dan kontra yang terus berlanjut hingga saat ini.
Membaca fenomena yang terjadi, Starvision mencoba menghadirkan film terbarunya berjudul PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN, dengan arahan sutradara berbakat Hanung Bramantyo.
Film yang diambil dari karya novel Abidah El. Khalieqy ini adalah film tentang salah satu dunia paralel perempuan. Berkisah tentang Anissa, seorang perempuan dari pesantren yang berjuang untuk mendapatkan hak-nya.
Hak untuk memilih hidup tanpa ada tekanan, termasuk juga tekanan yang mengatasnamakan agama.
Ini kisah tentang perempuan yang percaya kalau agamanya, Islam, yang akan membawa kebebasannya sebagai manusia bukan malah mengurungnya.
Dalam press conference yang berlangsung di Planet Hollywood (12/1), Hanung mengatakan bahwa ia sadar hal ini adalah sesuatu hal yang sensitif sifatnya dan mengundang kontroversi namun ia mengajak para penonton untuk menelaah lebih dalam, jauh dari wacana Islam serta pertentangannya.
Ia juga mengatakan bahwa semua disajikan berimbang, hingga tidak ada unsur menghakimi. Sementara dari sisi sang penulis, ketika ditanyakan seberapa besar penyajian film dengan isi novel yang ia tulis, Abidah mengatakan meski ada beberapa hal yang ingin diartikulasikan dalam film namun hal itu tidak terjadi.
Ia menganggap pihak sutradara begitu apik mengemas film ini menjadi lebih ringan penyajiannya namun tidak melepas inti dari isi cerita.
Film PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN adalah kisah untuk anda yang percaya tentang pentingnya kebebasan seorang manusia. Film yang berdurasi lebih dari dua jam ini, dibintangi Revalina S Temat, Oka Antara, dan juga didukung artis senior Widyawati.
Film bernuansa Islami ini akan serentak tayang di semua sinema 21 pada 15 Januari 2009. (kpl/ana/meg)
Ditulis dalam Uncategorized
Mati Suri 3 Bulan
Dorkas: Suster, Saya Mau Lihat Anak Saya Dong
Moksa Hutasoit – detikNews
Depok – “Suster, saya mau lihat anak saya dong,” pinta Dorkas Silitonga kepada suster di RS Bhakti Yudha, Depok, Jawa Barat. Ternyata kalimat itu menjadi kalimat terakhir yang keluar dari mulut Dorkas sebelum akhirnya dirinya tak sadarkan diri sejak 10 November silam hingga sekarang.
Hal ini dituturkan sang suami, Ramli Simanjuntak, saat detikcom mengunjungi rumahnya di Jl Cagar Alam, Kampung Kavling RT 02/17, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/2/2009) malam.
Permintaan itu dilontarkan Dorkas suatu hari usai menjalani operasi cesar kelahiran bayi pertamanya. Waktu itu, dia memang belum sekalipun melihat buah hati tercintanya.
Usai melakukan operasi caesar pada 9 November silam, menurut Ramli, istrinya hanya dapat melihat sekilas saja bagian kepala anaknya. “Rambutnya lebat Pak,” ujar istrinya seperti ditirukan Ramli.
Ramli menceritakan, saat akan melahirkan, tekanan darah istrinya sempat meninggi. Keputusan operasi pun diambil karena dokter ingin menyelamatkan ibu dan si bayi.
Operasi yang memakan waktu satu jam ini akhirnya berjalan sukses. Bayi perempuan
lucu itu diberi nama Margareth.
Usai bertanya, entah mengapa tiba-tiba Dorkas marah setelah mendengar jawaban dari sang suster. “Nanti dulu, anaknya lagi dibersihin,” ujar suster saat itu.
Dalam hitungan menit saja, tubuh Dorkas mengalami kejang-kejang hebat. Nafasnya tersengal-sengal seperti orang yang susah bernafas. Malangnya, pertolongan tabung oksigen datang sedikit terlambat.
Saat itu Ramli memang tengah berada di Lampung untuk urusan pekerjaan. Selama menjalani operasi, Dorkas ditemani oleh tetangga dan kakak Ramli. Tapi mereka terus berkomunikasi melalui handphone.
Oleh RS Bhakti Yudha, Dorkas disarankan segera dibawa ke RS yang memiliki fasilitas Intensive Care Unit (ICU). RSCM sempat menjadi pilihan, namun hal itu urung dilaksanakan karena kondisi Dorkas yang sudah sangat kritis.
“Badannya sudah hitam, makanya kita bawa ke RS Mitra Keluarga Depok,” jelas Ramli.
Menurut dokter RS Mitra, telah terjadi pembengkakan otak pada Dorkas. Hal ini karena terlambatnya suplai oksigen yang masuk ke otak. Entah mengapa, hampir
seluruh penyakit seperti menyerbu badan Dorkas.
“Mulai dari gagal ginjal, jantung lemah, infeksi paru-paru, pokoknya semuanyalah,” terang Ramli yang terlihat tegar ini.
Dua minggu di ruangan ICU, kondisi Dorkas tidak juga ada kemajuan. Dokter bahkan sempat memvonis umur Dorkas tidak akan lama lagi. Namun Ramli tidak patah semangat untuk mengupayakan kesembuhan istrinya.
Ramli sempat berkonsultasi dengan seorang dokter ahli syaraf di RS Pantai Indah
Kapuk. Niat untuk dirawat di RS ini kandas karena sang dokter menyerah.
RS hanya mau menampung jika pihak keluarga memaksa. Begitu juga dengan RS Mitra yang enggan melepas sang pasien dalam kondisi sedemikian parahnya.
“Akhirnya kami tetap di sini (RS Mitra),” ujarnya.
Tepat 17 Desember, keluarga memutuskan untuk membawa Dorkas pulang ke rumah. Hal ini dilakukan karena Ramli sudah kewalahan membayar biaya perawatan di rumah sakit yang sudah mencapai Rp 176 juta. Keputusan ini diambil juga karena melihat Dorkas yang sudah mulai bisa bernafas tanpa menggunakan bantuan oksigen.
sumber : detik.com
Ditulis dalam Uncategorized
aye doain de , yg ngunjungin blog aye .
dapet pahala amiiiin !
ntar aye kunjungin blog elo semue !
okok
Ditulis dalam Uncategorized
wee , mampir ea keblog aku . yang mampir dapet pahala
mau ?
Ditulis dalam Uncategorized
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized